Jumat, 27 Maret 2015

Konsep Bank

Bank berasal dari bahasa Yunani, Banco yang artinya “meja” (meja yang dimaksud di sini adalah tempat untuk melakukan tukar-menukar uang). Mula-mula pekerjaan bank dilakukan sebagai pedagang uang, yaitu membeli dan menjual uang logam (emas dan perak). Kemudian kegiatan sang pedagang uang ini bertambah sebagai tempat penitipan uang Doa Bercermin Doa Keluar Rumah Doa Bangun Tidur Doa Nabi Sulaiman Doa Mandi Wajib Doa Qunut Doa Keselamatan Doa Shalat Tahajud Doa Masuk Masjid Doa Naik Kendaraan Doa Sebelum Belajar Doa Pagi Hari logam dari masyarakat.
Sebagai bukti dari penitipan ini, maka pedagang memberikan tanda bukti penyimpanan dengan memberikan Nota Emas Smith (Gold Smith Notes), di mana nota ini bisa diperjualbelikan dengan nilai nominal dan nilai kurs, yang sekarang bisa disebut dengan uang giral.

Selain menghimpun atau menyalurkan dana dari atau ke masyarakat, bank di sini juga memberikan jasa pelayanan dalam bidang keuangan lainnya kepada masyarakat, seperti jasa penagihan dan pemindahan uang. Dewasa ini kegiatan perbankan memegang peranan penting dalam tata perekonomian modern, khususnya usaha-usaha menarik dana dari masyarakat dan menyalurkan dana kepada masyarakat.
Di negara maju sektor perbankan menjadi suatu industri jasa yang berkembang ke arah yang lebih baik. Pelayanan perbankan sekarang ini sudah menjangkau masyarakat dari segala lapisan.
Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 menerangkan bahwa bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Fungsi dan Peranan Bank

Fungsi utama kegiatan perbankan Indonesia adalah sebagai lembaga penghimpun dana dari masyarakat dan penyalur dana kepada masyarakat.

Verryn Stuart mengemukakan ada dua tugas utama dari bank, yaitu:
Sebagai penyalur kredit, bank menerima simpanan dari masyarakat, kemudian memberikan pinjaman kepada masyarakat lain yang membutuhkannya.
Sebagai pencipta kredit, bank dalam hal ini menciptakan alat pembayaran (uang kartal dan giral) yang nantinya dipergunakan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Adapun peranan bank di dalam negeri menyangkut kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan perekonomian nasional. Kegiatan-kegiatan perbankan dalam hal ini, meliputi: kegiatan administrasi, penggunaan uang, perkreditan, pengiriman uang (transfer), penciptaan uang, dan pengawasannya.
Sedangkan peranan bank dalam kegiatannya dengan luar negeri adalah sebagai perantara lalu lintas keuangan (devisa) dalam rangka hubungan moneter dan perdagangan internasional. Secara sederhana kegiatan bank dalam lingkup ini meliputi kegiatan perencanaan dan pengadministrasian cadangan emas.

Jenis-Jenis Bank

Dalam praktik perbankan di Indonesia saat ini terdapat beberapa jenis perbankan yang diatur menurut fungsinya. Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, membagi perbankan berdasarkan fungsinya, badan hukum, dan kepemilikannya.
Jenis Bank Berdasarkan Tugasnya

Berdasarkan fungsinya, jenis bank terdiri atas bank sentral, bank umum, bank perkreditan rakyat, dan bank syariah.
Jenis Bank Berdasarkan Bentuk Badan Hukum

Jenis bank berdasarkan bentuk hukumnya terdiri atas bank perorangan, bank persekutuan, dan bank koperasi.
Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya

Berdasarkan kepemilikannya jenis bank terdiri atas bank pemerintah, bank swasta, bank campuran, bank pemerintah daerah, dan bank syariah.

A. Bank Pemerintah

Bank pemerintah adalah bank yang modalnya dan keuntungannya dimiliki oleh pemerintah. Contoh: Bank Negara Indonesia 46 (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN).

B.Bank Swasta Nasional

Bank milik swasta nasional seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional dan keuntungannya untuk swasta pula. Contoh: Bank Muamalat, Bank Central Asia (BCA), Bank Lippo, dan sebagainya.

C.Bank Milik Koperasi

Bank jenis ini kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contoh: Bank Umum Koperasi Indonesia.

D. Bank Milik Asing

Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri. Contoh: ABN Amro, Bank of America

Sabtu, 07 Maret 2015

3 Batu Cincin Bacan

Batu Cincin Bacan - Poto utk beberapa jenis batu permata (gemstone) atau macam-macam batu permata atau batu mulia berdasarkan kelas serta tingkat kekerasan dan faedah atau gunanya menjadi artikel pendukung buat artikel-artikel dalam category batu permata, utk berikan pemahaman terhadap banyak pecinta batu permata atau batu mulia, teristimewa banyak penghobi pemula.


Batu permata memang merupakan suatu mineral atau batu yg dibuat dari hasil sistem geologi yg unsurnya terdiri atas satu atau berapa komponen kimia yg miliki harga jual tinggi, serta diminati oleh banyak kolektor. Sebelum saat jadikan perhioasan, batu permata mesti dipoles lebih dahulu.



Tdk seluruhnya tempat didunia ini mempunyai kandungan batu permata. Di Indonesia cuma berapa tempat yg mempunyai kandungan batu permata salah satunya di propinsi Banten dengan Kalimayanya (batu opal), di Lampung dengan batu beberapa jenis anggur yg menawan serta model cempaka, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) serta Intan (berlian).

Batu permata miliki nama dimulai dari huruf a hingga huruf z yg diklasifikasikan menurut kekerasannya yg di kenal dengan Taraf Mohs dari 1 hingga 10. Permata yg paling diminati didunia merupakan yg berkristal yg (tidak hanya model batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby serta Safir), batu-batu akik model anggur seperti Biru Langit, bungur atau kecubung yg datang dari Tanjung Bintang, Lampung, sekarang banyak diburu oleh banyak kolektor dikarenakan mutu kristalnya.

Pada batu permata atau batu mulia yg benar-benar digemari banyak orang merupakan batu akik.